Latar Belakang
Salah satu sumber informasi kebudayaan daerah yang sangat penting artinya dalam upaya pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional adalah naskah-naskah lama (kuna). Pada dasarnya naskah-naskah lama itu merupakan dokumen budaya yang berisi berbagai data dan informasi tentang pikiran, perasaan, dan pengetahuan dari bangsa atau kelompok sosial budaya tertentu, yang sekaligus juga sebagai unsur budaya yang erat kaitannya dengan kehidupan sosial masyarakat yang melahirkan dan mendukung naskah-naskah tersebut. Karena itu, peninggalan suatu kebudayaan berupa naskah termasuk dokumen yang paling menarik bagi para peneliti kebudayaan lama. Peninggalan berbentuk puing bangunan seperti candi, istana raja, pemandian suci, dan lain sebagainya, mungkin bisa memberi kesan yang lebih semarak mengenai keagungan budaya lama. Namun, peninggalan berbentuk sisa bangunan itu belum sanggup memberi informasi langsung yang mencukupi mengenai kehidupan sosial budaya masyarakat yang membangunnya, karena hal itu hanya dapat kita alami melalui berita-berita yang dapat dibaca melalui peninggalan dalam bentuk naskah.
Pada masanya naskah-naskah itu mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai pegangan kaum bangsawan untuk naskah-naskah yang berisi silsilah, sejarah leluhur, dan sejarah daerah mereka, sebagai alat pendidikan untuk naskah-naskah yang berisi pelajaran agama dan etika, sebagai media menikmati seni budaya seperti naskah-naskah yang berisi cipta sastra atau karya seni, dapat menambah pengetahuan untuk naskah-naskah yang berisi berbagai informasi ilmu pengetahuan; dan sebagai alat keperluan praktis kehidupan sehari-hari untuk naskah-naskah yang berisi primbon dan sistem perhitungan waktu. Namun, kini fungsi-fungsi tersebut mengalami proses pelunturan, bahkan ada yang tidak berfungsi lagi.
Dewasa ini ada kecenderungan makin berkurangnya jumlah naskah karena banyak naskah yang rusak, hancur, atau musnah yang tidak mungkin lagi dapat diketahui kandungan isinya. Rusak atau hancurnya naskah-naskah sebagian disebabkan oleh musibah yang menimpa naskah-naskah itu, misalnya karena terbakar, bencana banjir, rusak dimakan serangga, atau lapuk karena ketuaannya. Ada pula yang disebabkan akibat kesengajaan (dibakar, tidak dipelihara), dan ada yang karena kelalaian pemiliknya, seperti karena ditinggalkan mengungsi, terlupakan memeliharanya, dan sebab-sebab lain. Sejumlah besar naskah yang rusak, hancur, atau musnah belum sempat diteliti secara mendalam.
Demikian pula sejumlah naskah, dalam beberapa bahasa dan memakai bahan yang bermacam-macam, baik yang disimpan di perpustakaan-perpustakaan, museum-museum, maupun yang disimpan di kalangan masyarakat sebagai benda warisan atau benda keramat di tanah Sunda, sampai sekarang masih telantar pemeliharaannya dan kurang mendapat perhatian dalam penelitian dan pengkajiannya. Padahal di dalamnya mengandung banyak informasi antara lain tentang sejarah, sosial, budaya, agama, filsafat, dan seni.
Tujuan
Sesuai dengan latar belakang di atas, maka tujuan dari pelaksanaan SIPN XII dan Musyawarah Nasional IV ini adalah:
- Menjalin silaturahmi yang lebih akrab di antara sesama pencinta naskah Nusantara.
- Sebagai sarana informasi mengenai hasil-hasil penelitian dan temuan baru naskah Nusantara.
Tema Simposium dan Musyawarah Nasional
Menyadarkan Masyarakat Akan Manfaat Naskah Nusantara
Sub Tema Simposium dan Musayawarah Nasional
- Nilai agama dan religi dalam naskah Nusantara.
- Etika dan Budi Pekerti dalam naskah Nusantara.
- Nilai Kepemimpinan dalam naskah Nusantara.
- Hukum dan Politik dalam naskah Nusantara.
- Konsep lingkungan hidup dalam naskah Nusantara.
- Konservasi dan preservasi naskah Nusantara.
- Kesenian dalam naskah Nusantara.
- Pengobatan dalam naskah Nusantara.
- dan lain-lain.
Waktu Pelaksanaan
Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara (SIPN) XII dan Musyawarah Nasional IV akan diselenggarakan pada tanggal 4 s.d. 7 Agustus 2008
Tempat Pelaksanaan
Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara (SIPN) XII dan Musyawarah Nasional IV akan diselenggarakan di Kota Bandung dengan bertempat di Aula SANUSI HARDJADINATA Universitas Padjadjaran, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung.
Penyelenggara
Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara (SIPN) XII dan Musyawarah nasional IV akan diselenggarakan oleh panitia gabungan di Bandung yang terdiri dari unsur Yayasan Pernaskahan Nusantara (Yanassa), Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Pusat dan Jawa Barat bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, Bandung Art Culture and Council, Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran, dan Saung Angklung Udjo.
Tags: Naskah Nusantara, Simposium Internsional