Kawah Putih

SEPULANG kemping dari Rancaupas, Minggu 20 April 2008, Téh Nénét, Dhipa Galuh Purba, dan saya, mampir ke Kawah Putih. Ya, tempat wisata di Bandung Selatan itu. Kami menumpangi mobil yang belepotan dengan lumpur dan dipenuhi dengan barang-barang.

Karena jalan menuju ke Kawah Putih kecil, mobil yang kami tumpangi sering mepet ketika berpapasan dengan mobil lainnya. Téh Nénét duduk di depan, wajahnya cemas melihat jalan jelek dan menanjak. Tetapi setelah menempuh jarak sekitar 7 KM, tibalah kami di kawah putih.

Bersama Téh Nénén

Saya bersama Téh Nénét.
Suasana cukup ramai oleh orang-orang yang sedang berwisata. Mungkin karena hari Minggu, saatnya untuk berlibur. Di tempat parkir berdesakan bus dan mobil pribadi. Ada juga yang memakai sepeda motor dan angkutan umum.

Jarak dari tempat parkir ke kawasan kawah sekitar 100 meter, melewati tangga naik-turun. Penjaja makanan dan souvenir berjajar sepanjang tangga. Ada juga tukang foto kilat dan seorang pengamen kecapi.

Konon kawah ini terbentuk dari letusan Gunung Patuha sekitar 10 abad yang lalu. Letaknya sekitar 2.194m di atas permukaan laut, dan Gunung Patuha sendiri memilik ketinggian 2.434m di atas permukaan laut.

Kawah Putih ditemukan oleh ilmuwan Belanda peranakan Jerman, yang juga anak pengusaha perkebunan Belanda, yaitu Dr. Franz Wilhelm Junghun. Ia menemukan kawah tersebut pada tahun 1837, tetapi kawasan ini baru menjadi objek wisata pada 1987 setelah dikembangkan oleh PT Perhutani (Persero) Unit III Jabar dan Banten.

Sejak menurui tangga, kita sudah bisa mengamati kepulan asap disertai sengatan bau belerang. Warna air di danau kawah putih tidak selalu berwarna putih, warna putih kawah merupakan warna yang paling sering ditemui saat berkunjung, terkadang air berwarna hijau apel dan kebiru-biruan, bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu. Ketika kami tiba di sana, warna air kawa hijau apel.

Bersama Dhipa Galuh Purba

Bersama Dhipa Galuh Purba

Tak banyak yang kami lakukan di sana. Selain melihat kawah dari berbagai sudut, mengambil gambar, juga mengamati orang-orang berlalu lalang. Tapi, bagaimana pun, ini adalah kali pertama saya mengunjungi tempat wisata itu.***