rina-superstar-01.jpgNAMA lengkapnya Nurina Permata Putri. Sehari-hari dipanggil Rina. Ia adalah putri pasangan Ellisa Herliani dan Tatang Sulaeman, serta mempunyai saudara kembar laki-laki. Gadis yang sejak mempunyai cita-cita menjadi penyanyi ini lahir Bandung, 16 Januari 1984.

Di kalangan teman-temannya, Rina dikenal sebagai sosok yang serba bisa. Apalagi ketika ia mulai mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. Ia termotivasi untuk belajar berbagai hal, terutama yang berhubungan dengan seni peran dan seni suara.

Salah satu keunikan Rina adalah bisa meniru berbagai suara. Misalnya, meniru penyanyi India, meniru suara laki-laki, dsb. Dalam hal tarik suara, Rina pernah mengikuti beberapa kontes, di antaranya Akademi Fantasi Indonesia (AFI), namun saat itu tidak sampai lolos ke Jakarta.

Di Bandung, Rina mengikuti berbagai kegiatan. Berkaitan dengan seni peran, Rina pernah bergabung dengan Laskar Panggung Bandung, dan pentas keliling Sumatera (Lampung, Jambi, Riau), membawakan drama “Muslihat Akbar” yang merupakan adaptasi dari “Tabib Gadungan” karya Mollier. Rina merasa bahwa untuk mendalami seni peran ia mesti mempunyai berbagai keahlian. Jadi, tak heran jika disela-sela kesibukannya ia masih menyempatkan untuk kursus menari dan model.

Pada awal Mei 2006, ketika dibuka Akademi Pelawak Indonesia (API) 3 di TPI, Rina mengikuti audisi bersama dua temannya, Zenal dan Junjun. Grupnya kemudian dikasih nama Jurnal, yang merupakan kependekan dari tiga nama personilnya. Di Bandung Jurnal langsung lolos audisi dan menjadi perwakilan ke Jakarta. Hal ini disebabkan pula oleh kemampuan Rina yang multitalenta: bisa menyanyi, menari, dan akting.

Rina tanpa Makeup

Rina tanpa memakai make up.

Rina Main Sandiwara

Rina ketika ikut bermain dalam Sandiwara Sunda.

Rina Bersama Ki Daus

Rina dan Ki Daus, soul mate sejak manggung di Bandung.

 

Grup Jurnal terbilang sukses dalam API 3. Pada akhir September 2006, Jurnal kemudian terpilih sebagai Juara API 3, menyusul grup lain dari Bandung di tahun sebelumnya, yaitu SOS.

API 3 ternyata tidak sepopuler API 1. Jadi, meski menjadi juara, nama Rina belum banyak dikenal. Meski demikian, ia sering menerima tawaran order untuk menjadi presenter atau menyanyi. Jurnal pun masih dipentaskan meski hanya off air.

Sebelum mengikuti Superstar Concert, Rina pernah mengisi acara Komedi Putar, Seleb di TPI, dan beberapa order lainnya. Dan ternyata, namanya lebih dikenal justru ketika ia mengikuti kontes yang berhubungan dengan cita-citanya sejak kecil, yaitu menyanyi.

Di Superstar, Rina membawa temannya dari Bandung, Ki Daus. Ini bukan tanpa alasan, karena Rina telah sering manggung bersama Ki Daus. Jadi setidaknya sudah saling mengenal karakter masing-masing. Kemampuan Ki Daus memang minim dalam hal menyanyi, namun ia mempunyai bakat akting dengan joke-nya yang segar.

Dukungan orang tua juga sangat mendorong karir Rina. Ke mana pun Rina pergi, ibunya selalu mengikutinya. Kedekatan dengan sang ibu menjadikan hubungan mereka tak sebatas ibu dan anak, namun lebih dari itu, sosok ibu adalah segalanya bagi Rina.

Rina juga dikenal sebagai sosok yang sopan dan rendah hati. Ia masih membalas SMS temannya dari Bandung meski sedang sibuk di Jakarta. Sekilas Rina seperti pendiam, tetapi ini sangat berbeda ketika ia sudah naik ke panggung.

Lalu, bagaimana karir Rina setelah namanya mulai dikenal? Kita tunggu saja.***(Dadan Sutisna, dari berbagai sumber)


Tags: ,