Kategori: Pena dari Sawah | Dimuat pada: 16-07-2008 01:37:45 | Tanpa komentar
MALAM itu, ketika sedang membereskan arsip masa lalu, saya menemukan sebuah foto usang. Bahkan, pada bagian depannya sudah hampir tak jelas wajah siapa yang ada di foto itu, lantaran sudah menempel dengan foto lainnya-dan inilah suatu kekacauan saya dalam hal dokumentasi. Namun di foto masih tampak tulisan dengan tinta biru: semoga kau mengingatku selamanya.
Ah, retorika, gumam saya. Meski demikian foto itu pun membuatku sedikit tersenyum. Meski warnanya sudah tak jelas, saya masih mengingatnya. Ia mengenakan baju kuning tua, menatap dengan mata sayu, dan tangannya menggenggam bunga.

Foto sephia memberikan kesan klasik karena warnanya yang kecoklat-coklatan. Sebenarnya kita bisa dengan mudah membuat foto shepia. Sebagian besar kamera digital sudah menyediakannya, ada pula tool grafis yang hanya dalam beberapa klik dapat mengubah gambar dari berwarna menjadi sephia. Tetapi kali ini, saya mencoba membuatnya secara manual dengan program pengolah citra Adobe Photoshop.
HOLISOH M.E. selalu peduli dengan perkembangan sastra Sunda. Ia melakukannya dengan mengarang banyak cerita berbahasa Sunda, mengajar bahasa Sunda, juga menjadi wartawan di media massa Sunda. Agar cerita-ceritanya tak sekadar berupa karangan yang dangkal, Holisoh tak segan-segan terjun ke dunia yang sedang menjadi objek karangannya, tak terkecuali dunia pekerja seks komersial.
Ieu lagu dihaleuangkeun dina acara Tembang Bentang Petingan di Sasana Ganesa ITB, 2008, alpukah Damas Puser. Hatur nuhun ka Apip Catrix nu tos ngintun ieu video. Lagu Émut Baé téh ciptaan Déddy Odoy nu dipopulérkeun ku Hétty Koes Éndang.