Kategori: Tentang Buku | Dimuat pada: 24-02-2008 18:56:01 | Tanpa komentar »
PADA tahun 1950-an, Riyono Pratikto dikenal sebagai cerpenis yang produktif dengan cerita seramnya. Apabila Pramoedya mengatakan Riyono mempunyai tempat tersendiri, mungkin karena pada waktu itu jarang sekali pengarang spesialis cerita seram. Maraknya majalah dan tabloid seperti Kisah, Roman, Zenith, Gema, Gema Suasana, Indonesia, Gaya, Siasat, Spektra, Merdeka, Mimbar Indonesia, dan sebagainya, tentu saja menjadi bagian penting dari produktifitas Riyono.