------- Kontak
  • DADAN SUTISNA
    Email: dadansutisna@yahoo.com
    Web: http://daluang.com

    Yahoo Messengger Facebook Friendster Flickr Twitter
-------

Sekedar Informasi

Paguyuban Pasundan

Kategori: Sekedar Informasi | Dimuat pada: 13-05-2009 05:26:19 | 8 Komentar »

Paguyuban Pasundan (ejaan aslinya: Pagoejoeban Pasoendan) adalah sebuah organisasi berdasarkan etnis di Indonesia yang didirikan pada awal abad ke-20 dan masih hidup hingga sekarang. Organisasi ini didirikan oleh etnis Sunda yang bermukim di Batavia (Jakarta sekarang), ibukota pemerintahan Hindia Belanda (Indonesia sekarang). Etnis Sunda adalah salahsatu etnis dari sejumlah etnis yang tersebar di kepulauan Indonesia yang memiliki ciri kebudayaan mandiri, yakni kebudayaan Sunda, dan tempat pemukimannya disebut Tanah Sunda yang terletak di bagian barat Pulau Jawa (lihat peta). Secara kuantitas etnis ini menempati urutan kedua terbesar di Indonesia.

Drama Sunda

Kategori: Sekedar Informasi | Dimuat pada: 13-05-2009 05:19:49 | Tanpa komentar »

Drama Sunda, seperti halnya sandiwara Sunda atau wayang orang (wong), yaitu dialog para pemainnya yang mempergunakan bahasa Sunda. Yang membedakannya, dalam pertunjukan sandiwara Sunda atau wayang wong, naskah ceritanya cukup diceritakan secara garis besarnya saja. Sutradara hanya memberi pengarahan kepada para pemain sebelum sandiwara Sunda atau wayang wong dipentaskan. Sebab umumnya, cerita yang disajikan sudah dikenal para penonton, seperti cerita yang sering dipentaskan dalam sandiwara Sunda: Lutung Kasarung, Mundinglaya, dan Jula Juli Bentang Tujuh. Cerita yang sering dipentaskan dalam pertunjukan wayang wong seperti Ramayana, Mahabrata, Bharatayuda, dan sebagainya.

Sandiwara Cirebon

Kategori: Sekedar Informasi | Dimuat pada: 13-05-2009 05:18:08 | 3 Komentar »

Sandiwara Cirebon dikenal oleh masyarakat Jawa Barat pada tahun 1940-an, ketika Cirebon diduduki oleh kolonialis Jepang. Berdasarkan keterangan yang dihimpun para tokoh sandiwara Cirebon saat ini, disebutkan bahwa pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, di daerah Cirebon muncul kesenian yang digemari oleh masyarakat yaitu reog Cirebonan, yang terkenal dengan nama reog sepat. Pertunjukan reog itu terdiri dari dua bagian. Pertama berupa atraksi bodoran/lawakan, dan kedua berupa drama yang mengambil cerita dari kebiasaan masyarakat daerah tersebut. Pada saat bersamaan, di daerah Jamblang Klangenan muncul pula sebuah kesenian yang lazim disebut toneel (tonil) dengan nama Cahya Widodo. Kesenian ini setiap hari selama berbulan-bulan melakukan narayuda (ngamen).

Kuda Renggong - Mulanya Tunggangan Menak Sumedang

Kategori: Sekedar Informasi | Dimuat pada: 13-05-2009 05:16:24 | 3 Komentar »

KUDA di daerah Sumedang pada awalnya merupakan alat transportasi yang biasa digunakan kalangan menak untuk memeriksa daerahnya. Adalah Pangeran Aria Suriaatmaja, Bupati Sumedang (1882-1919) banyak mendatangkan kuda dari Sumbawa dan Sumba untuk meningkatkan mutu ternak kuda di daerahnya.

Dijuluki Pangeran Mekah karena meninggal di Mekah tanggal 21 April 1921, Pangeran Aria Suriaatmaja menurut sejarawan dan Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) Jawa Barat, Dr Hj Nina H Lubis MS dalam Tradisi dan Transformasi Sejarah Sunda merupakan tokoh yang banyak memberikan sumbangan kemajuan di berbagai bidang untuk menyejahterakan masyarakat dan daerahnya.

Saémbara Ngarang Drama Sunda 2009 PP-SS

Kategori: Sekedar Informasi | Dimuat pada: 06-04-2009 17:11:14 | 1 Komentar »

PAGUYUBAN Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS) rampak gawé jeung Téater Sunda Kiwari (TSK) baris ngayakeun deui Saémbara Ngarang Naskah Drama Sunda 2009. Ieu saémbara téh minangka tarékah ngaronjatkeun minat pangarang nulis naskah drama Sunda. Naskah pinunjul dina ieu saémbara baris dipintonkeun dina Féstival Drama Basa Sunda (FDBS) 2010 nu diayakeun ku TSK.

Keputusan Hadiah Sastra Rancage 2009

Kategori: Sekedar Informasi | Dimuat pada: 02-02-2009 16:34:02 | Tanpa komentar »

Penyerahan Hadiah Sastera “Rancagé” 2009 adalah yang ke-21 kalinya diberikan kepada para sasterawan yang menulis dalam bahasa-bahasa ibu. Pertama kali pada tahun 1989, diberikan hanya kepada sasterawan yang menulis dalam bahasa Sunda. Tetapi sejak 1994 para sasterawan yang menulis dalam bahasa Jawa juga mendapat hadiah sastera “Rancagé”. Dan sejak 1997, para sasterawan yang menulis dalam bahasa Bali juga mendapat hadiah “Rancagé”.Pada tahun pertama, hadiah “Rancagé” hanya diberikan kepada sasterawan yang menerbitkan buku unggulan. Tetapi sejak tahun kedua, hadiah untuk karya itu didampingi oléh hadiah untuk jasa, yang diberikan kepada orang atau lembaga yang dianggap besar jasanya dalam memelihara serta mengembangkan bahasa ibunya. Dengan demikian setiap tahun Yayasan Kebudayaan “Rancagé” mengeluarkan 6 hadiah untuk tiga bahasa ibu, yaitu Bali, Jawa dan Sunda. Di samping itu kadang-kadang memberikan Hadiah “Samsudi” buat pengarang yang menerbitkan buku bacaan anak-anak unggulan dalam bahasa Sunda.

Approaching Hasan Mustapa in The Past and Present

Kategori: Sekedar Informasi | Dimuat pada: 19-12-2008 13:38:49 | 1 Komentar »

Hasan Mustapa (d. Bandung, 1930) was a remarkable figure in the pre-independence Islamic society of the Dutch Indies. In contemporary Indonesia he is remembered as, amongst other things, one of the first indigenous anthropologists of Indonesian peoples, the creator of a large body of mystical verse in Sundanese literary forms, a senior administrative official in the Indies governments of Aceh and the Priangan, a key member of a group of Sundanese scholars studying in Mecca during the late 19th century, and as a ‘culture hero’ recognised as such by the formal decision of the government of the Republic of Indonesia.

Gelaring (Launching) Unicode Aksara Sunda

Kategori: Sekedar Informasi | Dimuat pada: 17-10-2008 03:02:35 | 11 Komentar »

Gelaring Unicode Aksara SundaAKSARA Sunda merupakan salah satu warisan budaya Sunda. Dalam upaya melestarikan, mengembangkan, dan memasyarakatkan aksara Sunda, pemerintah provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan Perda No. 5 tahun 2003, juga Keputusan Gubernur Jawa Barat tahun 1999 tentang pembakuan aksara Sunda.

Aksara Sunda juga mesti ngindung ka waktu ngabapa ka jaman dengan mengikuti perkembangan teknologi informasi, agar lebih dikenal dan di. Salah satu upaya tersebut adalah membuat komputerisasi aksara Sunda, dan pada tahun ini dimulai dengan program Unicode Aksara Sunda.

Daftar Pemakalah dan Judul Makalah Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara (SPN) XII

Kategori: Sekedar Informasi | Dimuat pada: 05-08-2008 00:18:13 | Tanpa komentar »

Simposim Internasional Pernaskahan Nusantara (SIPN) XIISimposim Internasional Pernaskahan Nusantara (SIPN) XII menghadirkan 31 pemakalah dari dalam dan luar negeri. Acara ini diselenggarakan di Grha Sanoesi Hardjadinata Universitas Padjadjaran, 4 - 7 Agustus 2008 dengan membawakan tema “Manfaat Naskah untuk Masyarakat”. Berikut daftar pemakalah dan judul makalah pada SIPN XII:

Peluncuran Musikalisasi Sajak Sunda PP-SS

Kategori: Sekedar Informasi | Dimuat pada: 24-05-2008 12:07:49 | 2 Komentar »

musikalisasi_sajak_sunda.jpgPAGUYUBAN PANGLAWUNGAN SASTRA SUNDA, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) akan mengadakan peluncuran CD Musikalisasi Sajak Sunda. Puisi yang dimusikalisasi merupakan karya penyair Sunda seperti Kiss W.S., Wahyu Wibisana, Godi Suwarna, dll. Sementara lagunya akan dilantunkan oleh penyanyi Rika Rafika, Ani Sukmawati, Iin Mulyani dan Dian Héndrayana, dan dimeriahkan pula dengan pembacaan sajak oleh penyair Godi Suwarna, Ayi Kurnia, dan Euis Balébat. Acara ini terbuka untuk umum, akan diselenggaran pada hari Jum’at, 30 Mei 2008, di Gedung Kesenian Rumentang Silang, Jl. Baranangsiang No. 1 Bandung, mulai pukul 19.30 WIB.

Halaman 1 dari 3123»