Bahasa Indonesia

Klipping

Tafsir Ayat Puasa Dan Faidah Hukumnya

Kategori: Klipping | Dimuat pada: 18-09-2008 03:02:46 | Tanpa komentar »

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ أَيَّامًا مَعْدُوْدَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةُ طَعَامٌ مِسْكِيْنٌ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تـَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ َتــعْلَمُوْنَ شَهْرُ مَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتِ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمْ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كاَنَ مَرِيْضًا أَوْ علَىَ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَياَّمٍ أُخَرَ يُرِيْدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتــكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوْا اللهَ علَىَ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman diwajbkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) : memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan bulan yang didalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barang siapa diantara kalian hadir (dinegeri tempat tinggalnya) dibulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. (Al Baqarah : 183 - 185)

Adakah Harapan Bagi Pers Berbahasa Sunda?

Kategori: Klipping | Dimuat pada: 08-08-2008 00:40:01 | Tanpa komentar »

Sejak koran berbahasa Sunda Sipatahoenan terbit pada tahun 1923 di Tasikmalaya, pers berbahasa Sunda sampai sekarang tidak pernah mati. Pada tahun 60-an misalnya, ketika koran Sipatahoenan tidak terbit lagi, penerbitan pers berbahasa Sunda justru semakin marak. Seolah-olah berlomba, beberapa majalah seperti Langensari, Sari, Cempaka, Baranangsiang, Sangkuriang dan sebagainya bermunculan. Sebelumnya, pada tahun 50-an, telah terbit majalah Warga dan Mangle. Memang beberapa majalah kemudian hilang dari peredaran, tetapi majalah Mangle, koran mingguan Galura, Majalah Cupumanik, Majalah Sunda Midang, Majalah Ujung Galuh, dan Giwangkara tetap terbit sampai sekarang.

Holisoh M.E. Terjun ke Dunia PSK demi Cerita yang Berbobot

Kategori: Klipping | Dimuat pada: 14-07-2008 19:16:02 | Tanpa komentar »

Holisoh ME Saat Diwawancara Wartawan PRHOLISOH M.E. selalu peduli dengan perkembangan sastra Sunda. Ia melakukannya dengan mengarang banyak cerita berbahasa Sunda, mengajar bahasa Sunda, juga menjadi wartawan di media massa Sunda. Agar cerita-ceritanya tak sekadar berupa karangan yang dangkal, Holisoh tak segan-segan terjun ke dunia yang sedang menjadi objek karangannya, tak terkecuali dunia pekerja seks komersial.

Wawacan Panji Wulung

Kategori: Klipping | Dimuat pada: 07-07-2008 11:40:28 | Tanpa komentar »

Wawacan adalah bentuk karya sastra yang sangat populer pada abad ke-19 sampai awal abad ke-20. Sebelum orang Sunda mengenal bentuk penulisan prosa, hampir semua bentuk tulisan disusun dalam bentuk puisi wawacan dan dangding, yang dikarang menggunakan aturan pupuh.

Ada sebuah wawacan yang menurut penelitian Dr. Mikihiro Moriyama, peneliti kebudayaan Sunda dari Jepang, menjadi tonggak berkembangnya modernitas di kalangan orang Sunda. Wawacan tersebut adalah Wawacan Panji Wulung yang ditulis oleh R.H. Moehamad Moesa, Penghulu Kabupaten Garut pada jaman kolonial.

Prabu Siliwangi

Kategori: Klipping | Dimuat pada: 26-06-2008 16:13:42 | 2 Komentar »

Siapa sebenarnya Prabu Siliwangi yang hingga sekarang oleh sebagian orang Sunda dianggap sebagai raja terbesar (dan juga terakhir) kerajaan Pajajaran itu?

Jika kita merujuk naskah Wangsakerta, dapat diketahui bahwa dalam naskah itu tidak ada seorang pun raja Sunda (termasuk Galuh dan Pajajaran) yang bernama PS.. Naskah itu menyatakan bahwa Siliwangi adalah nama julukan yang diberikan kepada siapa pun raja yang berkuasa di Sunda Raya itu setelah raja yang gugur di Bubat.

Bidang Kesenian Dalam Naskah Sunda Kuno

Kategori: Klipping | Dimuat pada: 23-04-2008 17:10:39 | Tanpa komentar »

Ada sekitar 21 buah naskah yang telah tersedia dalam bentuk cetakan dan laporan hasil penelitian filologis, yang berisi teks-teks yang nampaknya berasal dari sebuah periode abad XV-XVII Masehi dan ditulis dalam sebuah model aksara Sunda Kuno dan aksara Buda/Gunung. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Sunda Kuno dan Jawa Kuno. Bahasa Sunda Kuno yang dipergunakan untuk mengungkakan teks-teksnya itu pun sedikit banyak menunjukkan secara jelas perbedaan karakteristik dari bahasa Sunda saat ini.

Daluang dan Tinta Gentur dalam Tradisi Menulis Masyarakat

Kategori: Klipping | Dimuat pada: 26-02-2008 17:18:12 | Tanpa komentar »

USAHA untuk mengenalkan kembali penggunaan kertas daluang dan sekaligus melakukan budi daya tanaman pohon saeh, antara lain dilakukan Kelompok “Bungawari”, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang memperoleh dukungan Global Environment Facility UNDP. Tedi Permadi dari Kelompok Bungawari mengungkapkan, di Garut pernah terdapat sekitar 50 hektar tanaman pohon saeh, tetapi kemudian ditebang karena dianggap tidak ekonomis.

Godi Suwarna Sang Adipati Galuh

Kategori: Klipping, Urang Sunda | Dimuat pada: 26-02-2008 14:39:07 | 1 Komentar »

Godi Suwarna - Pengarang SundaKECUALI Godi Suwarna, seniman macam apa yang sudi menggelar acaranya di kuburan, apalagi untuk daerah seperti Ciamis? Kabupaten di ujung timur Jawa Barat yang sekaligus berbatasan dengan Jawa Tengah itu, pusat kotanya hampir tidak mempunyai kegiatan malam, walaupun jam dinding baru menunjukkan angka delapan. Kecuali kendaraan-kendaraan yang melewati jalur selatan atau menuju-pulang dari obyek wisata Pangandaran, suasana jalan di pusat kota terasa sepi.

Festival Drama Bahasa Sunda 2008

Kategori: Klipping | Dimuat pada: 26-02-2008 14:16:58 | Tanpa komentar »

Oleh Matdon

Ada banyak upaya untuk memelihara bahasa dan budaya Sunda yang sudah - sedang dan akan dilakukan para sesepuh Jawa Barat, baik melalui Kongres Basa Sunda, Konferensi Internasional Budaya Sunda, Penataran Basa dan Sastra Sunda bagi para guru, serta berbagai upaya lainnya, tapi hasilnya belum maksimal. Sebab dalam tradisi orang sunda, selesai acara-acara digelar, selesai pula semangat berbudaya Sunda itu.

Moel Mge, “Rumentang Adalah Rumah Saya”

Kategori: Klipping | Dimuat pada: 25-02-2008 14:07:49 | Tanpa komentar »

BAGI kalangan dan komunitas kesenian di Bandung, nama Moel Mge selalu identik dengan Gedung Kesenian Rumentang Siang. Gedung bekas bioskop Rivoli yang terletak di Jalan Baranangsiang, di tengah suasana yang hiruk-pikuk. Setiap hari, lelaki gondrong dan selalu memakai pakaian hitam-hitam ini bisa dengan mudah ditemui di Rumentang Siang.

Halaman 1 dari 212»
Basa Sunda