Kategori: Karya Hawé Setiawan | Dimuat pada: 16-07-2008 01:39:20 | Tanpa komentar »
Oleh HAWE SETIAWAN
MENGARANG bisa berarti meruang. Kesadaran ruang sang pengarang mungkin terarah ke sesusun denah, ke sepetak ranah, ke sebuah wilayah. Panorama diangkat ke dalam kata, dibentangkan latarnya, ditonjolkan sebagian segi dan garisnya. Lukisan yang muncul mungkin dianggap replika dari tempat yang nyata, atau barangkali menjadi semacam ilham untuk mewujudkan tempat yang belum tercipta.
Ya, tempatnya sendiri bisa nyata bisa juga maya. Ada tempat faktual, ada pula tempat fiktif atau imajiner. Contoh tempat yang nyata adalah Paris yang dilukiskan oleh Victor Hugo dalam buku ketiga roman Si Bongkok dari Notre-Dame. Bagi Hugo, “pemandangan Paris” dari pucuk menara Notre-Dame adalah salah satu “masalah pokok” dalam ceritanya. Ia menggambarkan kota itu secara terperinci, segi demi segi, sudut demi sudut, dengan presisi seorang ahli tata kota. “Memandang Selintas Paris dari Udara,” begitu judul babnya.