------- Kontak
  • DADAN SUTISNA
    Email: dadansutisna@yahoo.com
    Web: http://daluang.com

    Yahoo Messengger Facebook Friendster Flickr Twitter
-------

Karya Atep Kurnia

Kamus Sunda R.A. Danadibrata

Kategori: Karya Atep Kurnia | Dimuat pada: 02-04-2008 05:57:04 | 1 Komentar »

Cek Mikihiro Moriyama (2005:19, 320), nu mimiti ngungumpul kekecapan Sunda téh Josua van Iperen. Nyaéta dina tulisanna “Proeven van Hoog, Gemeen en Berg Javaans”. Éta tulisan téh dimuat dina Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap der Kunsten en Wetenschappen (Tweede Deel) taun 1780. Persisna dina kaca 289-297. Kituna mah dipimaksud pikeun bahan babandingan. Sabab urang Walanda “lieureun” duméh basa Sunda ampir mirip jeung basa Jawa. Nya pikeun ngabédakeunana, Iperen ngabanding-banding antara Basa Jérman Luhur, Basa Sunda atawa Basa Gunung, Basa Jawa Umum, jeung Basa Luhur Ménak Jawa.

Roman Pop Sunda

Kategori: Karya Atep Kurnia | Dimuat pada: 11-03-2008 12:46:34 | 2 Komentar »

Orang Sunda suka dongeng. Bukti yang amat nyata adalah dongeng via radio. Antara tahun 1970-an hingga 1990-an dunia dongeng di radio menarik perhatian para pendengarnya. Saat itu, banyak radio yang menyajikan acara dongeng.
Beberapa radio yang menyiarkannya seperti Radio Sangkuriang, Radio Garuda, dan Radio Shinta. Rachmat Dipraja dan Wa Kepoh jadi ikonnya. Keduanya termasuk jurudongeng radio yang hebat. Suaranya dinanti-nanti orang.

Bandung dalam Buku Kenangan

Kategori: Karya Atep Kurnia | Dimuat pada: 27-02-2008 01:02:06 | Tanpa komentar »

Nobelis sastra 2006 ini menggambarkan kecintaannya kepada kota Istanbul. Dia memang seorang Istanbullu sejati (akhiran “-lu” atau “-li” pada kata tersebut mirip “-er” pada kata “Londoner”). Kecuali tinggal sebentar di New York, ia belum pernah tinggal jauh dari kota kelahirannya, Istanbul. Sampai kini dia tinggal di lantai atas apartemen tempat masa kecilnya.

Ki Mas Tanu di Balik Ayang-ayang Gung

Kategori: Karya Atep Kurnia | Dimuat pada: 23-02-2008 01:07:26 | Tanpa komentar »

Mungkin anda pernah mendengar nyanyian Ayang-ayang Gung. Atau bahkan anda barangkali telah begitu akrab mendengarnya. Bila belum, saya akan menyitirnya untuk anda:

Ayang-ayang gung/Gung goongna rame/Menak Ki Mas Tanu/Nu jadi wadana/ Naha mana kitu/Tukang olo-olo/Loba anu giruk/Ruket jeung Kumpeni/Niat jadi pangkat/Katon kagorengan/Ngantos Kangjeng Dalem/Lempa lempi lempong/Ngadu pipi jeung nu ompong/Jalan ka Batawi ngemplong.

Jasa Tuan Hola

Kategori: Karya Atep Kurnia | Dimuat pada: 23-02-2008 01:04:33 | 1 Komentar »

Nama aslinya Karel Frederik Holle. Tapi orang Sunda baheula memanggilnya Tuan Hola. Pada abad ke-19, di Hindia Belanda, ia dianggap sebagai ahli linguistik karena keluasan pengetahuannya mengenai bahasa Melayu, Sunda, dan Jawa.

Derita Perempuan Sunda

Kategori: Karya Atep Kurnia | Dimuat pada: 23-02-2008 01:02:08 | 3 Komentar »

Tapi saya tak hendak menanggapi masalah tersebut. Yang saya ingin tanggapi adalah masalah pernikahan zaman kolonial dan keberadaan nyai-nyai. Dalam hal ini nampak Sdr. Henry agak keliru menilai status pernikahan kala Belanda berkuasa di Indonesia.

Pewarisan Budaya Sunda

Kategori: Karya Atep Kurnia | Dimuat pada: 23-02-2008 00:56:56 | Tanpa komentar »

PAREUMEUN obor. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi generasi muda Sunda kiwari. Generasi muda Sunda sekarang nampak gelagapan dan tertatih-tertatih untuk mengenal dan memahami tata-nilai kesundaan.

Menyelamatkan Naskah Sunda Kuna

Kategori: Karya Atep Kurnia | Dimuat pada: 23-02-2008 00:51:31 | Tanpa komentar »

Naskah-naskah Sunda terserak di negeri-negeri lain. Dari Khazanah Naskah: Panduan Koleksi Naskah-Naskah Indonesia Sedunia susunan Henri Chaambert-Loir dan Oman Fathurahman (1999), tercatat ada 7 negara asing yang mengoleksi naskah Sunda. Negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat, Belanda, Australia, Inggris, Jerman, Polandia, dan Prancis.

Serba-Serbi Si Kabajan

Kategori: Karya Atep Kurnia | Dimuat pada: 22-02-2008 10:04:52 | 2 Komentar »

Si Kabayan (SK) manusia lucu, tentu orang Sunda pun sudah tahu. Ia dikenal suka berkelakar, humoris, lugu, tetapi juga kadang-kadang direpresentasikan sebagai orang yang pandai. Selain itu, sepanjang kelahirannya SK selalu dihidupkan orang, yang tentu saja sesuai dengan kepentingan si pengarangnya. Bahkan menurut kepercayaan orang, di Banten ada makamnya.

Perkembangan Buku Humor Sunda

Kategori: Karya Atep Kurnia | Dimuat pada: 22-02-2008 10:03:42 | Tanpa komentar »

Dari zaman Prabu Siliwangi hingga kini orang Sunda terkenal suka berkelakar. Ikonnya tentu saja Mamang Lengser dari kisah-kisah pantun Sunda. Atau Si Kabayan yang hidup dalam cerita lisan orang Pasundan. Lebih jelasnya dapat dilihat dalam kepustakaan Sunda, terutama yang menyangkut kumpulan humor.

Halaman 1 dari 212»