Bahasa Indonesia

Esai Indonesia

“Peringkat” Bahasa Sunda

Kategori: Esai Indonesia | Dimuat pada: 09-04-2008 02:02:55 | 2 Komentar »

Oleh Dadan Sutisna

Yopi Setia Umbara bermaksud memperlihatkan berbagai kreativitas dalam bahasa Sunda. Dalam tulisannya “Bahasa Sunda dan Kreativitas” di Kompas (8/3/2008), Yopi mengawali dengan pernyataan bahwa menurut data UNESCO tahun 2007, bahasa Sunda berada pada peringkat ke-33 sebagai bahasa ibu yang digunakan masyarakat penuturnya.

(dimuat pada Kompas, Sabtu, 5 April 2008)

Longser dan Kesenian Jawa Barat

Kategori: Esai Indonesia | Dimuat pada: 06-03-2008 05:51:38 | 4 Komentar »

Bentuk pergelaran Longsér, seperti halnya Lenong Betawi, dibangun dari beberapa bagian penting yang menjadi ciri khas kesenian tersebut. Sebuah pergelaran Longsér biasanya dilengkapi oleh nayaga (penabuh musik), pemain, bodor (pelawak), dan ronggéng (penari merangkap penyanyi) yang berfungsi daya tarik tersendiri bagi penonton. Pada saat pementasan, para pemain membangun cerita untuk disuguhkan kepada penonton. Pada mulanya, cerita dalam Longsér disusun sesaat sebelum permainan dimulai. Artinya, tanpa skenario yang jelas, sehingga kadang-kadang isi cerita menjadi kurang fokus dan lebih cenderung humoristik.

Buku Anak Berbahasa Sunda Semakin Langka

Kategori: Esai Indonesia | Dimuat pada: 25-02-2008 03:00:31 | 3 Komentar »

ADA tradisi yang terputus dalam kebiasaan membaca di kalangan anak-anak, khususnya di sekolah. Di Tatar Sunda, misalnya, pada masa pra-kemerdekaan, para murid diwajibkan membaca buku-buku yang dibagikan oleh guru. Tidak mengherankan jika buku Rusdi jeung Misnem pernah berjaya pada masa itu, bahkan telah menjadi panineungan orang-orang tua kita. Lambat-laun kebiasaan demikian mengalami perubahan, dan sekarang sudah hampir punah. Tahun 1980-an, murid sekolah dasar masih sempat menikmati buku Taman Sekar dan Taman Pamekar. Namun saat ini, buku itu hanya dijadikan koleksi pribadi para peminat sastra.

Nilai Jual Bahasa Sunda

Kategori: Esai Indonesia | Dimuat pada: 25-02-2008 02:46:45 | Tanpa komentar »

Bahasa Sunda semakin sering dibicarakan setelah munculnya berbagai organisasi atau lembaga yang mengusung nama Sunda. Sebut saja Yayasan Kebudayaan Rancage (1993), Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS, diaktifkan kembali pada 1996 setelah 40 tahun vakum), Teater Sunda Kiwari (menyelenggarakan Festival Drama Bahasa Sunda sejak 1990), serta beberapa organisasi lainnya. Apalagi sejak tahun 2000 bermunculan media bahasa Sunda baru.

Menggagas Sistem Informasi Sunda

Kategori: Esai Indonesia | Dimuat pada: 24-02-2008 19:06:36 | Tanpa komentar »

Oleh DADAN SUTISNA
ETNIS Sunda mengalami kemunduran dalam segala aspek kehidupan. Itulah salah satu kesimpulan Konferensi Internasional Budaya Sunda (KIBS) I pada Agustus 2001.
Dalam aspek budaya, mungkin kita lebih cenderung berwacana daripada berkreasi untuk masa mendatang. Bahkan kadang-kadang masalah yang menurut saya tidak prinsipiil-misalnya dalam upaya mendefinisikan kata “sunda”-masih diperdebatkan.
Di sektor ekonomi, etnis Sunda kalah oleh […]

Menengok Pemerintahan Cyber di Jawa Barat

Kategori: Esai Indonesia | Dimuat pada: 24-02-2008 02:13:36 | 1 Komentar »

SEBAGAIMANA di dunia nyata, projek dunia maya pun tak luput dari kemungkinan menjadi ladang korupsi. Bidang ini memang jarang diperhatikan, karena tidak setiap orang mengerti dan memahami seluk-beluk teknologi. Apalagi menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2007, baru 9% masyarakat Indonesia yang melek internet.

Basa Sunda