Hanung Bramantyo tampak bahagia. Film “Ayat-Ayat Cinta” yang disutradarainya mendapatkan 5 penghargaan sekaligus pada Festival Film Bandung (FFB) 2008, yaitu Film Terpuji, Sutradara Terpuji, Aktor Terpuji, Penata Musik Terpuji, dan Panata Artistik Terpuji. Acara penganugerahan FFB 2008 telah dilaksanakan malam tadi, Selasa 29 Maret 2008 di Krakatau Hall Hotel Horison Bandung. Acara tersebut dihadiri oleh para insan film nasional, dan hadir pula wagub Jabar terpilih, Dede Yusuf.
FFB merupakan acara rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Forum Film Bandung. Tahun ini merupakan penganugerahan yang ke-21 kali. Bersama beberapa teman, saya sempat mampir pada acara tersebut untuk sekedar menyaksikan gegap-gempintanya dunia akting dan sinema Indonesia. Malam Anugerah FFB 2008 dibuka dengan tarian jaipong serta pemukulan gong oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik.
Selain film yang beredar tahun 2007, FFB juga menilai sinetron yang ditayangkan ditelevisi. Untuk kelompok sinetron, pemenangnya adalah “Para Percari Tuhan” yang ditayangkan SCTV dan disutradarai oleh Dedy Mizwar dan Kiky ZKR.

Hanung Bramantyo, sutradara terpuji FFB 2008 lewat film “Ayat-Ayat Cinta”
“Ayat-ayat Cinta”, yang hingga saat ini mampu mencatat lebih dari 4 juta penonton, berhasil mengalahkan saingannya seperti “Get Married”, “Mengejar Mas-mas”, “The Photograph”, “Perempuan Punya Cerita”, dan “Kamulah Satu-satunya”.
Kategori pemeran utama wanita terpuji diraih oleh Nirina Zubir (”Get Married”) dan Shanty (”The Photograph”). Sementara kategori pemeran utama pria terpuji diraih oleh Fedi Nuril (”Ayat-ayat Cinta”) dan Dwi Sasono (”Mengejar Mas-mas”).
Kategori bergengsi Sutradara Terpuji dimenangi Hanung Bramantyo lewat film “Ayat-ayat Cinta”. “Sebenarnya pada saat mendapat banyak nominasi dalam FFB, saya kaget luar biasa. Dengan memenangi kategori ini, saya merasa terhormat,” kata Hanung.
Menurut Hanung, kesuksesan “Ayat-ayat Cinta” meraih lima penghargaan dalam FFB 2008, merupakan bonus tersendiri. “Itu bukan tolok ukur utama keberhasilan,” ucapnya merendah. Padahal, ketika melihat hasil akhir film tersebut, Hanung mengatakan pesimistis karena masih banyak kekurangan dan jauh dari harapannya.
Film garapan Hanung lainnya, “Kamulah Satu-satunya” meraih penghargaan Penulis Skenario Terpuji. Sementara itu, “Get Married”, film Hanung yang lain, meraih penghargaan kategori Pemeran Pembantu Wanita Terpuji lewat acting memukau Meriam Bellina, dan kategori Editing Terpuji lewat hasil kerja Cesa David.

Kirana Larasati, aktis sinetron terpuji FFB 2008 lewat sinetron “Azizah”
Dalam kelompok sinetron, kategori Pemeran Utama Wanita Terpuji diraih Kirana Larasati (”Azizah”), dan Pemeran Utama Pria Terpuji diraih Anjasmara (”Cinta Indah”). Sinetron Lepas Terpuji diraih Tjinta Fatma. ***(Dadan Sutisna, serta kutipan dari Pikiran Rakyat)
Tags: Film Indonesia, Forum Film Bandung
ismail - 30-04-2008 pukul 21.52
assalamualaikum
kang dadan dari sono ya… sebagai apah kang? sayah tidak tahu kang uy… emang bkan untuk umum yah kang? ntu yang pemenang cewek orang mna? bukan bandung yah
fahry - 02-07-2008 pukul 15.07
AAC adalah sebuah fenomena yang luar biasa.mulai dari novel, film, sampai lagunya mendapat sambutan yang luar biasa. seandainya saja AAC bisa diputar di dunia, saya yakin AAC bisa mengalahkan rekor TITANIC sbg film terlaris sepanjang masa.